Catat! Bahaya Paraben untuk Kulit Kamu

Paraben adalah zat kimia yang memiliki fungsi untuk mengawetkan produk-produk pembersih dan kecantikan untuk memperlambat proses kadaluarsa produk kecantikan. Biasanya paraben terdapat di shampo, pasta gigi, deodoran., sunscreen, lipstik, dan sebagainya. Produk yang menggunakan zat kimia paraben biasanya bisa bertahan lebih dari 2 tahun. Umumnya produk-produk paraben biasanya disimpan di tempat yang lembab seperti kamar mandi. maka wajar pabrik kosmetik memasukkan paraben ke dalam produk produk kecantikan mereka supaya tidak cepat rusak karena kelembaban. Namun perlu diketahui juga, bahwa paraben memiliki dampak negatifnya terhadap kulit manusia, khususnya kulit wajah. Apa saja bahayanya? 

  1. Dapat menyebabkan iritasi pada kulit

    Penggunaan paraben secara berlebih dapat mengakibatkan kulit menjadi lebih sensitif. Gejalanya seperti kemerahan, gatal, serta iritasi. Dampak ini merupakan salah satu efek jangka pendek jika menggunakan produk-produk yang menggunakan paraben didalamnya. 2. Dapat menyebabkan alergi. Ketika sedang menggunakan produk dengan kandungan paraben, wajar jika terjadi alergi seperti ruam, kering, bersisik, melepuh, bengkak, dan sebagainya. Gejala-gejala itu sering terjadi pada orang yang sensitif terhadap kulit. 

  2. Menyebabkan Kanker kulit

    Dengan menggunakan produk perawatan kulit yang banyak kandungan paraben, dapat menyebabkan sel sel kulit menjadi rusak serta gangguan proliferasi sel. Penggunaan sehari-hari dapat menyebabkan peningkatan konsentrasi dikarenakan zat ini tidak sepenuhnya bisa diolah oleh tubuh. 

Dengan beberapa informasi di atas, sebaiknya kita harus lebih teliti lagi dalam menggunakan produk kecantikan seperti skincare. Namun jika penggunaan produk dengan kandungan paraben secara bijak tentunya akan mengurangi resiko terjadinya hal-hal di atas. Atau dapat memilih produk-produk skincare yang diberi label “paraben-free.” Sebagai informasi Badan Pengawas Obat dan Makanan memperbolehkan menggunakan paraben pada produk kecantikan, tetapi kandungannya tidak boleh lebih dari 0,4% untuk paraben tunggal serta 0,8% untuk paraben yang bersifat campuran. Disarankan bagi orang orang dengan gangguan kulit sensitif, sebaiknya menghindari produk yang didalamnya terdapat kandungan paraben supaya terhindar dari efek samping jangka panjangnya

Previous
Previous

Bye-bye Kantong Kering! Ini Dia Cara Rawat Ketiak yang Gak Bikin Kantong Jebol

Next
Next

Teh Hijau untuk Diet, Efektif Kah?